Tahun Kacang

pulses2

pulseaus.com.au

Tahukah Kawan, kalau tahun 2016 adalah Tahun Kacang? Bukan tahun shio seperti ‘Tahun Monyet’ atau ‘Tahun Kuda’, melainkan tahun peringatan akan pentingnya Kacang atau Kacang-kacangan bagi kehidupan kita. Ya, PBB pada 10 November 2015 yang lalu memang telah mencanangkan 2016 sebagai “Tahun Kacang-kacangan” (International Year of Pulses). Dengan slogan “Nutritious Seeds for a Sustainable Future”  (Biji-bijian Bernutrisi Untuk Masa Depan Berkelanjutan), pencanangan International Year of Pulses bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kandungan gizi dan manfaat berbagai jenis kacang, meningkatkan produksi dan perdagangannya, serta meningkatkan konsumsi akan kacang-kacangan.

Mengapa kacang-kacangan?

Ada ratusan jenis kacang di dunia. Yang populer di tiap negara tentunya berbeda-beda, seperti kita di Indonesia, biasanya akrab dengan kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang koro, buncis, dan kacang tolo. Di luar negeri kacang-kacang tersebut mungkin populer juga dengan nama-nama lain, dan ada berbagai jenis kacang yang tidak kita kenal namun amat populer di belahan dunia lain.

pulse1

twimg.com

Kacang-kacangan menjadi bagian dalam pangan kita selama berabad-abad, namun nilai gizinya seringkali dianggap remeh. Tidak hanya murah dan lezat, kacang-kacangan adalah sumber protein nabati yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama di negara berkembang dan berpopulasi besar. Kandungan protein dalam kacang-kacangan jumlahnya 2 kali lipat daripada yang terdapat dalam gandum dan 3 kali lipat kandungan protein dalam nasi. Juga kaya akan mikronutrien, asam amino, dan Vitamin B, kandungan yang sangat penting dalam makanan sehat. Karena kaya akan serat, kacang-kacangan juga dapat mencegah obesitas, mencegah dan mengatasi penyakit kronis seperti diabetes, jantung dan kanker.

Itu dari sisi kesehatan.

Dari sisi ekonomi, kacang-kacangan adalah alternatif pengganti yang terjangkau untuk protein hewani seperti daging dan susu yang harganya semakin mahal. Dan dengan menanam kacang-kacangan, para petani dapat meningkatkan kesejahteraannya, produk olahannya juga memberikan peluang ekonomi yang besar, terutama bagi kaum perempuan.

Terhadap lingkungan, kacang-kacangan juga memberikan dampak positif. Tumbuhan kacang-kacangan menarik nitrogen dari udara ke dalam tanah, yang akan meningkatkan kesuburan tanah. Tanaman kacang juga hanya memerlukan sedikit air, dan dengan demikian mendukung pertanian berkelanjutan.

Pendeknya, kacang-kacangan dapat menjadi solusi  dalam mengatasi kelaparan, masalah ketahanan pangan, kekurangan gizi, masalah lingkungan dan kesehatan manusia.

Sayangnya, menurut FAO konsumsi kacang-kacangan di dunia rata-rata masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mengenai manfaat kacang-kacangan.

Bagaimana dengan konsumsi kacang-kacangan di Indonesia?

Konsumsi rata-rata kacang-kacangan penduduk Indonesia (saya belum menemukan data statistik terbaru) adalah 35,88 g/kapita/hari (Astawan, 2009). Bagaimana, cukup rendah ya? Padahal jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100g/hari, akan mencukupi 20% kebutuhan protein dan 20% kebutuhan serat perhari (Koswara, 2012).

Jika melihat segudang manfaat kacang-kacangan, sudah saatnya kita memberikan perhatian kepada pangan yang satu ini. Indonesia sendiri punya banyak kuliner kacang-kacangan bukan? Nah, mana yang menjadi favorit Kawan? Silahkan bereksplorasi..